Heboh KTP Dicatut Dukung Dharma Pongrekun, PKS: Urusan KPU-Bawaslu
Jakarta - Pencatutan KTP untuk mendukung pasangan calon independen di Pilgub Jakarta, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, menghebohkan media sosial (medsos). Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwani, menilai hal tersebut tanggung jawab KPU dan Bawaslu.
Baca Juga :
- layanan PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) Sabtu, 17 Januari 2026.
- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dalam Rangka Percepatan Layanan Pertanahan yang Pasti, Transparan, dan Tepat Waktu”
- Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
"Kalau itu urusan KPU dan Bawaslu kalau KTP-KTP segala macam bukan urusan partai politik," ujar Jazuli di gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Jazuli menyebut Dharma-Kun merupakan calon independen, sehingga tak ada urusan dengan partai politik. Jazuli menegaskan tugas partai mengusung calon yang relevan.
"Independen bukan dicalonkan parpol, ya silakan saja tapi kalau parpol itu tugasnya mengusung calon yang mungkin relevan dengan apa yang disampaikan," imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan KTP-nya dicatut untuk mendukung Dharma-Kun. Salah satunya anak-anak Anies Baswedan.
Dilihat di akun X (Twitter) resmi milik Anies, Jumat (16/8), Anies membagikan tangkapan layar situs https://infopemilu.kpu.go.id/. Anies mengaku data NIKnya tidak dipakai atau dicatut sepihak untuk mendukung cakal calon perseorangan kepala daerah.
Dilihat di akun X (Twitter) resmi milik Anies, Jumat (16/8), Anies membagikan tangkapan layar situs https://infopemilu.kpu.go.id/. Anies mengaku data NIKnya tidak dipakai atau dicatut sepihak untuk mendukung cakal calon perseorangan kepala daerah.
Sumber: detik.com