Alasan Pencinta Minuman Manis Harus Waspadai Risiko Kematian Dini
Konsumsi minuman manis yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini. Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard TH Chan School of Public Health menunjukkan bahwa semakin banyak minuman manis yang diminum seseorang, semakn besar ia memiliki risiko kematian dini. Minuman manis adalah minuman apa pun yang ditambahkan gula atau pemanis buatan lainnya, seperti teh manis, kopi manis, soda, minuman berenergi, dan termasuk jus buah.
Baca Juga :
- layanan PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) Sabtu, 17 Januari 2026.
- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dalam Rangka Percepatan Layanan Pertanahan yang Pasti, Transparan, dan Tepat Waktu”
- Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Jika Anda pencinta minuman manis, mungkin Anda bisa mengonsumsi teh manis, soda, serta jus buah per hari dan mungkin porsinya bisa lebih dari tiga dalam sehari. Penelitian yang diterbitkan oleh T.H. Chan School of Public Health Universitas Harvard pada Maret 2019 menganalisis 37.716 pria dan 80.647 wanita di Amerika Serikat (AS).
Hasilnya menunjukkan bahwa minum satu hingga empat kali minuman manis per bulan saja sudah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini sebesar 1 persen.
Mengonsumsi dua hingga enam kali per minggu membuat risikonya meningkat sebesar 6 persen. Minum minuman manis satu hingga dua kali setiap hari menjadikan risiko kematian dini meningkat sebesar 14 persen. Lalu, jika seseorang minum dua atau lebih minuman manis per hari, risikonya menjadi sebesar 21 persen. Baca terus artikel ini untuk mempelajari alasan pencinta minuman manis bisa memiliki risiko kematian dini.
Kenapa pencinta minuman manis memiliki risiko kematian dini?
Rutin minum minuman manis, sangat memungkinkan seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula.
Merujuk Kementerian Kesehatan RI, konsumsi gula dibatasi 50 gram atau 4 sendok makan per orang per hari.
Mengutip Harvard School of Public Health, satu kaleng soda ukuran 12 ons saja mengandung 7-10 sendok teh gula di mana satu sendok teh setara 4,2 gram gula.
Seseorang yang mengonsumsi gula berlebihan akan mengembangkan berbagai masalah kesehatan kronis di dalam tubuhnya, meliputi obesitas, diabetes, sindrom metabolik, hingga pada akhirnya mengakibatkan kematian dini.
- Obesitas
Mengutip WebMD, minuman manis biasanya mengandung banyak kalori yang sebagian besar dari gula.
Namun, minuman ini tidak mengandung cukup nutrisi bermanfaat untuk kesehatan dan membuat Anda merasa kenyang.
Justru, beberapa penelitian menunjukkan bahwa gula cair dan bahkan pengganti gula tanpa kalori dapat bertindak sebagai perangsang nafsu makan.
- Diabetes tipe 2
Jika Anda minum lebih dari satu atau dua kaleng minuman manis sehari, Anda memiliki risiko 26 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang tidak minum minuman manis.
Ada banyak bukti yang menunjukkan bagaimana minuman tidak sehat ini terkait dengan perkembangan diabetes.
Orang dewasa muda dan orang Asia memiliki risiko lebih tinggi.
- Penyakit jantung
Minum satu kaleng minuman manis per hari meningkatkan risiko serangan jantung pada pria hingga 20 persen, jika dibandingkan dengan risiko pada pria yang jarang minum minuman manis.
Hal ini karena pencinta minuman manis mengembangkan faktor risiko penyakit jantung, seperti gula darah tinggi, trigliserida tinggi, dan kolesterol jahat (LDL) tinggi.
Studi pada manusia menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara asupan gula dan risiko penyakit jantung.
Penyakit hati Gula cair diserap ke dalam darah Anda lebih cepat. Hal ini menyebabkan organ-organ vital tubuh Anda, seperti pankreas dan hati, menerima lebih banyak gula daripada yang dapat mereka tangani.
Kelebihan gula ini dapat meningkatkan risiko penyakit hati.
Respons tubuh Anda terhadap gula sebanyak itu adalah membuat lebih banyak trigliserida, yang sebagian disimpan di hati Anda dan sebagian lainnya dimasukkan ke dalam aliran darah.
Demikianlah sejumlah masalah kesehatan yang bisa terjadi pada pencinta minuman manis hingga mengakibatkannya memiliki risiko kematian dini yang tinggi.